Contact Us : 0812 56 161720

Sunday, June 24, 2012

Penyakit ginjal,penyebab penyakit ginjal,macam-macam penyakit ginjal,gejala penyakit ginjal,penyakit batu ginjal,penyakit gagal ginjal,penyakit pada ginjal,


Penyakit ginjal kronis adalah beberapa tipe ketidak normalan ginjal atau tanda-tanda seperti protein dalam urine, dan fungsi ginjal yang menurun selama 3 bulan atau lebih.
Ada banyak penyebab dari penyakit ginjal kronis. Ginjal dapat dipengaruhi oleh penyakit2 seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Ada beberapa kondisi ginjal yang diturunkan dari keluarga tertentu.
Lainnya bisa berupa bawaan lahir; yaitu pada mereka yang mungkin dilahirkan dengan ketidak normalan yang bisa berdampak pada ginjal mereka. Berikut ini beberapa tipe yang paling umum dan penyebab-penyebab dari kerusakan ginjal:
Diabetes adalah penyakit dimana tubuh Kita tidak memproduksi cukup insulin atau tidak bisa menggunakan insulin secara normal dan memadai. Hal ini meningkatkan kadar gula didalam darah, yang bisa menyebabkan masalah pada banyak organ tubuh Kita. Diabetes adalah penyebab yang terdepan dari penyakit ginjal.
Tekanan darah tinggi adalah penyebab umum lain dari penyakit ginjal dan komplikasi–komplikasi lain seperti serangan jantung dan strokes. Tekanan darah tinggi terjadi ketika desakan darah pada dinding arteri bertambah. Ketika tekanan darah tinggi terkontrol, resiko komplikasi seperti penyakit ginjal kronis dengan sendirinya akan menurun.
Glomerulonephritis adalah suatu penyakit yang menyebabkan inflamasi pada unit-unit penyaring kecil diginjal yang disebut glomeruli. Glomerulonephritis bisa terjadi secara tiba-tiba, misalnya, setelah infeksi tenggorokan, dan kemudian sembuh kembali. Tetapi, akibat penyakitnya dapat terus berkembang secara perlahan beberapa tahun dan hal itu dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara progresif.
Penyakit ginjal Polycystic adalah penyakit ginjal keturunan yang paling umum. Penyakit ini ditandai dari terbentuknya kista diginjal yang membesar dan dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang serius dan bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal.. Penyakit-penyakit keturunan lain yang mempengaruhi ginjal termasuk Sindrom Alford, hyperoxaluria dan cystinuria.
Batu-batu ginjal adalah sangat umum, dan ketika batu-batu itu lewat, menyebabkan sakit yang hebat di bagian belakang dan samping. Ada beberapa penyebab dari batu ginjal, termasuk kelainan bawaan yang menyebabkan terlalu banyak calsium yang diserap dari makanan dan infeksi-infeksi atau gangguan-gangguan saluran kemih. Kadang-kadang, pengobatan dan diet bisa membantu untuk mencegah terbentuknya batu ginjal. Bilamana batu-batu terlalu besar untuk lewat, pengobatan mungkin dilakukan untuk mengeluarkan atau memecah batu-batu itu menjadi bagian-bagian kecil yang dapat keluar tubuh.
Infeksi-infeksi saluran kemih terjadi ketika kuman-kuman memasuki saluran kemih dan menimbulkan gejala-gejala seperti rasa sakit atau rasa terbakar ketika buang air kecil dan keinginan berkemih yang lebih sering. Infeksi-infeksi ini paling sering berakibat pada kandung kemih, tetapi kadang-kadang menyebar keginjal-ginjal, dan bisa menyebabkan demam dan rasa sakit  pada bagian belakang.
Penyakit-penyakit bawaan juga dapat mempengaruhi ginjal. Hal ini biasanya berupa masalah yang terjadi dalam saluran kemih ketika bayi tumbuh dalam kandungan ibunya. Satu hal yang paling umum terjadi ialah ketika mekanisme seperti keran diantara kandung kemih dan saluran kencing gagal bekerja dengan baik dan menyebabkan urine tertarik kembali keginjal. Hal ini menyebabkan infeksi dan memungkinkan terjadinya kerusakan ginjal.
Toksin dan obat-obatan bisa juga menyebabkan masalah-masalah ginjal. Penggunaan dalam jumlah besar obat penghilang rasa sakit dalam waktu yang panjang dapat membahayakan ginjal. Pengobatan tertentu, toksin, pestisida dan obat-obatan jalanan seperti heroin bisa juga mengakibatkan kerusakan ginjal.
Bagaimana Mendeteksi Penyakit Ginjal Kronis
Deteksi dini dan treatment yang tepat terhadap penyakit ginjal kronis adalah kunci untuk menjaga agar penyakit ginjal tersebut tidak menjadi kegagalan ginjal. Beberapa test sederhana dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit ginjal secara dini. Seperti:
1.       Pengukuran tekanan darah
2.       Test kadar protein dalam urin. Kadar protein yang berlebihan dalam urin dapat berarti bahwa unit penyaring dalam ginjal kita telah rusak oleh penyakit.
3.       Test creatinine dalam darah.
Dokter menggunakan hasil tersebut dengan mempertimbangkan usia, ras, jender dan factor-faktor lain. Hal itu ialah untuk menghitung glomerular filtration rate (GFR). GFR kita menunjukkan seberapa besar tingkat berfungsinya ginjal kita.
Sangatlah penting bila seseorang memiliki resiko penyakit ginjal kronis untuk mendapatkan test tersebut. Kita mungkin mempunyai tambahan resiko penyakit ginjal bila kita:
·         berusia senior
·         diabetes
·         tekanan darah tinggi
·         ada anggota keluarga yang memiliki penyakit ginjal kronis
·         keturunan Afrika, Hispanic, Asia, penduduk asli Pasific dan suku Indian.
Apabila kita termasuk dalam group tersebut tadi kita mungkin memiliki tambahan resiko penyakit ginjal. Lakukan pemeriksaan atau test pada dokter


Gejala Penyakit Ginjal

Banyak orang yang memiliki penyakit ginjal kronis tanpa mengetahuinya, karena gejala penyakit ginjal bisa berlangsung lama. Pada beberapa kasus, gejala penyakit ginjal yang terasa dapat hilang begitu saja, bahkan gejala penyakit ginjal tidak akan terasa selama bertahun-tahun akan tetapi ketika penyakit ginjal tersebut sudah menimbulkan gejalanya biasanya penyakit ginjal tersebut sudah mencapai kepada penyakit ginjal kronis bahkan hingga gagal ginjal.
Pengetahuan adalah kekuatan bagi orang-orang yang mengidap penyakit ginjal. Mengetahui gejala penyakit ginjal secara dini dapat membantu proses pengobatan penyakit ginjal secara cepat dan tuntas. Jika anda atau saudara anda memiliki lebih dari satu gejala penyakit ginjal atau anda sendiri termasuk kepada golongan yang beresiko tinggi terhadap penyakit ginjal alangkah baiknya segera memeriksakan kondisi tubuh anda ke laboratorium (tes darah dan urin). Banyak gejala penyakit ginjal yang menyerupai gejala penyakit lain, sehingga untuk lebih memastikan segeralah periksakan diri anda.
Gejala penyakit ginjal kesatu : Perubahan dalam Buang air kecil dan warna urin.
Fungsi ginjal salah satunya adalah membuat air kencing (urin) sehingga, apabila warna urin berubah atau terasa sakit ketika buang air kecil, hal ini merupakan salah satu gejala penyakit ginjal. Anda mungkin harus bangun tiap malam hari untuk buang air kecil. Air kencing anda berbusa atau berbuih. Anda mungkin buang air kecil lebih sering dan lebih banyak dari pada biasanya dengan warna urin yang pucat. Anda mungkin buang air kecil dalam jumlah sedikit dari biasanya dengan urin yang berwarna gelap. Urin anda mungkin mengandung dan berwarna darah.
Gejala penyakit ginjal kedua: tubuh anda mengalami pembengkakan.
Ketika ginjal gagal untuk melakukan fungsinya, yakni mengeluarkan cairan atau toksin dalam tubuh anda, maka tubuh anda akan dipenuhi cairan yang mengakibatkan pembengkakan terhadap beberapa bagian tubuh anda, diantaranya di bagian kaki, pergelangan kaki, wajah dan atau tangan. Pembengkakan tersebut merupakan gejala penyakit ginjal yang umum ditemui oleh penderita penyakit gagal ginjal. Dibeberapa kasus kecil, gejala penyakit ginjal berupa pembengkakan disertai juga dengan rontoknya rambut.
Gejala penyakit ginjal ketiga: tubuh anda cepat lelah / kelelahan.
Ginjal yang sehat memproduksi hormon yang disebut dengan erythropoietin yang mempunyai fungsi sebagai memerintahkan tubuh untuk membuat oksigen yang membawa sel darah merah. Ketika tubuh anda mengalami gagal ginjal, maka ginjal anda hanya memproduksi sedikit. Dengan demikian karena sel-sel darah merah pembawa oksigen tadi berkurang sehingga otot dan otak tubuh anda menjadi cepat lelah. Kondisi ini disebut juga sebagai anemia. Oleh karena itu, apabila anda mengalami anemia yang berkelanjutan, hati-hati karena hal tersebut bisa saja merupakan gejala penyakit ginjal.
gambar gejala penyakit ginjal
gambar gejala penyakit ginjal
Gejala penyakit ginjal ke empat: Bau Mulut / ammonia breath.
Gejala penyakit ginjal yang ke empat ini berupa bau mulut yang tidak mengenakan. Penumpukan limbah dalam darah (disebut juga sebagai uremia) anda karena adanya gagal ginjal dapat membuat rasa tidak enak dalam makanan dan bau mulut yang busuk. Anda juga bisa mendadak berhenti menyukai daging dan kehilangan berat badan drastis. Di beberapa kasus ada juga yang merasa bau mulutnya seperti meminum cairan besi.
Gejala penyakit ginjal ke lima: Rasa Mual dan Ingin Muntah.
Gejala penyakit ginjal yang lainnya adalah rasa mual berkelanjutan dan selalu ingin muntah. Gejala ini muncul disebabkan karena uremia tadi (penumpukan limbah dalam darah). Gejala ini berhubungan dengan gejala penyakit ginjal sebelumnya yakni bau mulut. Karena bau mulut, anda akan mengalami mual yang berakibat sulit makan dan kehilangan berat badan yang sangat drastis.
Demikian artikel singkat mengenai gejala penyakit ginjal, saran kami jangan tunda memeriksakan diri anda secepatnya ke laboratorium (cek darah dan urin) apabila anda mengalami lebih dari satu gejala penyakit ginjal di atas. Salam sehat selalu.

===

Ciri-Ciri Penyakit Ginjal

Satu dari 9 orang dewasa memiliki resiko tinggi terkena penyakit ginjal. Akan tetapi banyak dari mereka yang tidak mengetahui bahwa mereka telah memiliki ciri-ciri penyakit ginjal. Karena penyakit ginjal termasuk silent disease and silent killer (penyakit pembunuh secara diam-diam), sehingga terkadang ciri-ciri penyakit ginjal yang diidap oleh banyak orang selalu diabaikan dan dianggap sebagai penyakit biasa saja.
Karena ciri-ciri penyakit ginjal seringkali menyerupai penyakit umum lainnya, sehingga penangan penyakit ginjal sering kali terlambat sampai ginjal sudah rusak. Diantara banyaknya ciri-ciri penyakit ginjal, yang paling umum adalah adanya perubahan warna urin dan rasa sakit ketika buang air kecil.
Mudah-mudahan dengan adanya artikel singkat ciri-ciri penyakit ginjal ini dapat menambah wawasan kita semua, sehingga apabila diantara kita mempunyai lebih dari satu ciri-ciri penyakit ginjal sudah sebaiknya memeriksakan diri ke laboratorium secepatnya agar dapat dilakukan pengobatan penyakit ginjal dengan secepatnya. Adapun ciri-ciri penyakit ginjal, antara lain:
Ciri-ciri penyakit ginjal pertama: Munculnya Rasa Gatal Berlebih / Kulit Ruam.
Fungsi ginjal yang paling utama adalah membuang limbah atau kotoran dari aliran darah. Ketika ginjal gagal menjalankan fungsinya maka penumpukan limbah atau kotoran dalam tubuh anda mengakibatkan rasa gatal yang parah dan berlebih. Pada beberapa kasus pasien gagal ginjal pengobatan tradisional Ny. Djamilah Najmuddin, ciri-ciri penyakit ginjal berupa rasa gatal ini hingga mengakibatkan berdarah dan luka karena terlalu seringnya di garuk. Rasa gatal yang parah ini biasanya juga disertai dengan pembengkakan diberbagai bagaian tubuh pasien seperti tangan, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dll.
Ciri-ciri penyakit ginjal ke dua: Sesak Nafas.
Masalah nafas anda dapat berhubungan dengan ginjal dalam dua cara. Pertama, cairan yang berlebih akibat tidak berfungsinya ginjal sehingga cairan tersebut menutup saluran paru-paru. Dan kedua, anemia (kekurangan oksigen pembawa sel-sel darah merah) yang mengakibatkan tubuh anda kekurangan oksigen dan kehabisan nafas. Pada kasus ciri-ciri penyakit ginjal sesak nafas ini, biasanya pasien gagal ginjal akan sulit tidur karena kesulitan bernafas dan perut kembung terus-menerus. Aktisitas yang memerlukan sedikit gerak fisik pun akan terasa sangat berat.
Ciri-ciri penyakit ginjal ke tiga: Tubuh Merasa Kedinginan.
Anemia dapat membuat anda merasa dingin sepanjang waktu, bahkan di ruangan yang hangat sekalipun. Ada beberapa pasien gagal ginjal pengobatan tradisional kami yang mengatakan bahwa ketika tengah malam dia bangun tidur dan merasa bahwa tubuhnya sangat dingin hingga menggigil.
Ciri-ciri penyakit ginjal ke empat: Kepala Pusing dan Sulit berkonsentrasi.
Anemia sangat berkaitan dengan gagal ginjal yang berarti bahwa otak anda tidak mendapatkan oksigen yang memadai. Hal ini mengakibatkan kepala pusing (bahkan hingga terasa berputar-putar) dan kesulitan berkonsentrasi. Ketika hendak berjalan pun anda mungkin akan kehilangan keseimbangan tubuh, dikarenakan pusing yang parah.
ciri-ciri penyakit ginjal
Ciri-ciri penyakit ginjal ke lima: Sakit di Sekitar Daerah Pinggang.
Beberapa orang yang bermasalah dengan ginjal biasanya mengalami sakit pada bagian pinggang. Hal ini berhubungan dengan penyakit batu ginjal. Walaupun pada beberapa kasus penyakit batu ginjal tidak menunjulkan gejala, akan tetapi apabila batu ginjal tersebut terjebak dalam ureter ( saluran kecil antara kandung kemih dan ginjal) gejala rasa sakit akan terasa sangat parah. Rasa nyeri pada awalnya hanya sesekali saja, setelah itu rasa sakit tersebut akan berlanjut lebih lama dan sering. Pada kasus pasien batu ginjal pengobatan tradisional Ny. Djamilah Najmuddin, pasien mengeluhkan bahwa mereka sulit menentukan posisi duduk yang nyaman dan rasa sakit yang dideritanya pun terkadang merambat ke daerah paha.
Demikian artikel ciri-ciri penyakit ginjal ini kami sajikan, semoga bermanfaat dan Salam Sehat selalu.
http://www.djamilah-najmuddin.com/ciri-ciri-penyakit-ginjal

===

Ragam Penyakit Ginjal dan Penanganannya

Senin, 31 Maret 2008 17:59 wib
detail berita
Herbal dapat memicu gagal ginjal (Foto: Corbis)
SEMUA orang tahu bahwa ginjal merupakan organ penting manusia. Tetapi tak banyak orang yang mengenal ginjal secara mendalam. Hal ini disebabkan tingkat kepedulian masyarakat untuk mengetahui ginjal yang memiliki kontribusi besar dalam tubuh manusia itu masih rendah.

Menjawab fenomena tersebut, Sun Hope membuka wawasan kepada semua pihak mengenai kesehatan ginjal dan cara penanganannya bila salah satu organ dalam yang memiliki kontribusi besar pada tubuh manusia ini bermasalah.


Acara yang berlangsung di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan itu dihadiri oleh dr Erik Tapan SpPD MHA sebagai pembicara. Dokter umum yang sangat konsen terhadap ginjal dan permasalahannya ini, memberi pemahaman mengenai ginjal, serta penyakit-penyakit ginjal dan gejala-gejalanya.


"Bila kita berbicara tentang ginjal, masih banyak orang yang tidak terlalu peduli dengan kesehatan ginjalnya, tahu-tahu divonis harus melakukan cuci darah. Pada keadaan itu, barulah -baik penderita maupun keluarga- sibuk mencari informasi mengenai penyakit ini dan berusaha setengah mati untuk tidak melakukan cuci darah tersebut. Padahal kalau sudah divonis cuci darah, maka tidak ada tindakan lain," kata Erik ketika ditemui
okezone dalam acara seminar "Ginjal Sehat Untuk Masa Depan" di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Minggu (30/3/2008).

Menurutnya, penyakit ginjal tidak terdeteksi, tiba-tiba ketika seseorang mengidap penyakit tersebut dan mengalami gejalanya maka berada pada tingkat pertengahan hingga kronis.


"Ginjal itu harus dijaga baik-baik. Karena itu suatu penyakit yang tidak ada gejalanya, sehingga kalau sudah bermasalah maka langsung ke serangan hebat," jelas dokter yang juga penulis di salah satu blog kesehatan itu.


Masih menurut almamater Universitas Sam Ratulangi itu, ginjal berfungsi sebagai alat filtrasi, yaitu mengeluarkan kelebihan garam, air, dan asam. Serta membuang atau mengatur elektrolit seperti K, Ca, Mg, PO4, membuang sisa metabolisme tubuh, dan bertugas melakukan sekresi untuk menghasilkan EPO yang berfungsi untuk mengatur
Haemoglobin darah (HB), aktivasi vitamin D untuk kesehatan tulang, serta mensekresi renin untuk mengatur tekanan darah.

Nah, penyakit ginjal yang diderita oleh manusia itu terbagi menjadi penyakit ginjal akut, penyakit ginjal kronik, dan gagal ginjal. Pada kasus gangguan prerenal disebabkan oleh gangguan pembuluh darah sebelum masuk ginjal, yang ditandai dengan
hipovolemia, sindroma hepatorenal, gangguan pembuluh darah, dan sepsis sistemik.

Kerusakan pada jaringan ginjal itu sendiri, lanjut pria ramah ini, disebabkan oleh racun-racun yang masuk melalui mulut, penghancuran jaringan otot. Sementara
hemolisis disebabkan oleh pelbagai penyakit seperti penyakit sickle-cell dan lupus. Berbeda dengan glomerulonefritis akut yang banyak disebabkan oleh SLE, kuman streptokokus akibat infeksi tenggorokan maupun gigi, dan sebagainya.

Guna menjawab permasalah tersebut, maka racun-racun harus dihindari agar tidak terjadi kerusakan ginjal seperti menghindari jamu atau herbal yang tidak diketahui mekanismenya. Pengobatan yang dilakukan tanpa konsultasi dokter (misalnya penggunaan AINS atau Ibuprofen, antibiotik golongan aminoglikosida dan kontras), mengonsumsi obat-obatan kanker atau kemoterapi, dan imunosupresan juga sebagai pemicu lain yang menyebabkan penyakit ini.


Penghancuran jaringan otot ginjal yang meluas dapat disebabkan oleh kecelakaan, luka tusuk besar, penggunaan obat-obat jenis statin, stimulan, dan sebagainya. Pada tahap
post renal, urin yang akan keluar terhambat oleh adanya batu ginjal, kanker, batu, darah yang menggumpal pada saluran kemih, penyakit persarafan kandung kemih, seperti spina bifida.

Menurutnya lagi, gangguan
post renal ditandai dengan nyeri perut dan diare, capek, lemas, mual dan muntah, sukar berkonsentrasi, produksi urin menurun, serta edema. Pengobatan penyakit ginjal akut dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi dengan ahlinya (nefrologist atau urologist) baik dengan penyembuhan primer maupun sekunder.

Berbeda dengan PGA yang terjadi dalam hitungan hari atau minggu, penyakit ginjal kronis (PGK) memiliki proses yang lebih lama. "Penyebab PGK antara lain
glomerulonefritis, ginjal polikistik, infeksi, autoimun, dan sebagainya. Seringnya menggunakan atau tanpa konsultasi dokter mengonsumsi obat-obatan asetaminofen, ibuprofen dan teh pelangsing dapat juga memicu penyakit ini," bebernya.

Ditambahkan Erik, untuk mengukur kondisi kesehatan ginjal dapat dilihat dari kadar kreatinin, ureum, protein urin, HB, dan Klirens Kreatinin.


"Gagal ginjal dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan (
medical check up) rutin, termasuk pemeriksaan urin dan darah. Mengonsumsi air yang cukup, menghindari konsumsi jamu atau herbal yang tidak jelas, menghindari konsumsi obat-obatan sembarangan, serta segera mengoreksi gangguan ginjal seperti batu, prostat, dan sebagainya," pungkasnya. Bagaimana, sudahkah memeriksa kesehatan ginjal Anda?

http://lifestyle.okezone.com/read/2008/03/31/27/96346/ragam-penyakit-ginjal-dan-penanganannya

Batu ginjal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

Daftar isi

Gejala

Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

Diagnosa

Batu yang tidak menimbulkan gejala, mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisis air kemih rutin (urinalisis). Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis, disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah, nanah atau kristal batu yang kecil. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya, kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd.

Pengobatan

Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala, penyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu; jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus), yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat), tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih, karena itu diberikan antibiotik.

Pencegahan

Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. Batu tersebut dianalisis dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih.

Batu kalsium

Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkalsiuria, dimana kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggi. Obat diuretik thiazid (misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru.
  1. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari).
  2. Diet rendah kalsium dan mengonsumsi natrium selulosa fosfat.
Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih, diberikan kalium sitrat. Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih, yang menyokong terbentuknya batu kalsium, merupakan akibat dari mengonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam, coklat, kacang-kacangan, merica dan teh). Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain, seperti hiperparatiroidisme, sarkoidosis, keracunan vitamin D, asidosis tubulus renalis atau kanker. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut.

Batu asam urat

Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging, ikan dan unggas, karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol. Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah, karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa), bisa diberikan kalium sitrat. Dan sangat dianjurkan untuk banyak minum air putih.



Gagal ginjal kronis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Gagal ginjal kronis (bahasa Inggris: chronic kidney disease, CKD) adalah proses kerusakan pada ginjal dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan.[1] CKD dapat menimbulkan simtoma berupa laju filtrasi glomerular di bawah 60 mL/men/1.73 m2, atau di atas nilai tersebut namun disertai dengan kelainan sedimen urin. Adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi CKD pada penderita kelainan bawaan seperti hiperoksaluria dan sistinuria.[2]
Gejala-gejala dari fungsi ginjal memburuk yang tidak spesifik, dan mungkin termasuk perasaan kurang sehat dan mengalami nafsu makan berkurang. Seringkali, penyakit ginjal kronis didiagnosis sebagai hasil dari [skrining [(obat) | skrining]] dari orang yang dikenal berada di risiko masalah ginjal, seperti yang dengan [hipertensi [| tekanan darah tinggi]] atau diabetes dan mereka yang memiliki hubungan darah dengan penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis juga dapat diidentifikasi ketika itu mengarah ke salah satu komplikasi yang diakui, seperti penyakit kardiovaskuler, anemia atau perikarditis [3]
Penyakit ginjal kronis diidentifikasi oleh tes darah untuk kreatinin. Tingginya tingkat kreatinin menunjukkan jatuh laju filtrasi glomerulus dan sebagai akibat penurunan kemampuan ginjal mengekskresikan produk limbah. Kadar kreatinin mungkin normal pada tahap awal CKD, dan kondisi tersebut ditemukan jika urine (pengujian sampel urin) menunjukkan bahwa ginjal adalah memungkinkan hilangnya [protein []] atau sel darah merah s ke dalam urin. Untuk menyelidiki penyebab kerusakan ginjal, berbagai bentuk pencitraan medis, tes darah dan sering ginjal biopsi (menghapus sampel kecil jaringan ginjal) bekerja untuk mencari tahu apakah ada sebab reversibel untuk kerusakan ginjal [3]. pedoman profesional terbaru mengklasifikasikan tingkat keparahan penyakit ginjal kronis dalam lima tahap, dengan tahap 1 yang paling ringan dan biasanya menyebabkan sedikit gejala dan tahap 5 menjadi penyakit yang parah dengan harapan hidup yang buruk jika tidak diobati . 'Stadium akhir penyakit ginjal (ESRD )', Tahap 5 CKD juga disebutpenyakit ginjal kronis didirikan dan ini identik dengan istilah sekarang ketinggalan jamangagal ginjal kronis (CKF) 'atau kegagalan kronis ginjal (CRF). [3]
Tidak ada pengobatan khusus untuk memperlambat tegas menunjukkan memburuknya penyakit ginjal kronis. Jika ada penyebab yang mendasari untuk CKD, seperti vaskulitis, ini dapat diobati secara langsung dengan pengobatan bertujuan untuk memperlambat kerusakan. Pada tahap yang lebih maju, pengobatan mungkin diperlukan untuk anemia dan penyakit tulang. CKD parah memerlukan salah satu bentuk terapi penggantian ginjal, ini mungkin merupakan bentuk dialisis, tetapi idealnya merupakan transplantasi ginjal [3].

Daftar isi

Tanda dan gejala

CKD awalnya tanpa gejala spesifik dan hanya dapat dideteksi sebagai peningkatan dalam serum kreatinin atau protein dalam urin. Sebagai [ginjal []] fungsi menurun:
Orang dengan penyakit ginjal kronis menderita dipercepat aterosklerosis dan lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit kardiovaskuler daripada populasi umum. Pasien yang menderita penyakit ginjal kronis dan penyakit kardiovaskular cenderung memiliki prognosis lebih buruk dibanding mereka yang menderita hanya dari yang terakhir.

Penyebab

Penyebab paling umum dari CKD diabetes mellitus, hipertensi, dan glomerulonefritis [5] Bersama-sama, menyebabkan sekitar. 75 % dari semua kasus dewasa. Wilayah geografis tertentu memiliki insiden tinggi nefropati HIV.
Secara historis, penyakit ginjal telah diklasifikasikan menurut bagian anatomi ginjal yang terlibat, yaitu:
Juni 2008

Diagnosis

Pada banyak pasien CKD, penyakit ginjal sebelumnya atau penyakit lain yang mendasarinya sudah diketahui. Sejumlah kecil hadir dengan CKD yang penyebabnya tidak diketahui. Pada pasien ini, menyebabkan kadang-kadang diidentifikasi retrospektif
Oktober 2008.
Hal ini penting untuk membedakan CKD dari gagal ginjal akut (ARF) karena GGA dapat reversibel. Perut USG, di mana ukuran [ginjal []] s diukur, umumnya dilakukan. Ginjal dengan CKD biasanya kecil (<9 cm) dari ginjal normal, dengan pengecualian seperti dalam nefropati diabetes dan penyakit ginjal polikistik. Petunjuk lain diagnostik yang membantu membedakan GGA CKD dari adalah kenaikan bertahap dalam kreatinin serum (lebih dari beberapa bulan atau tahun) sebagai lawan dari peningkatan mendadak dalam kreatinin serum (beberapa hari minggu). Jika tingkat ini tidak tersedia (karena pasien telah baik dan telah ada tes darah), maka kadang-kadang diperlukan untuk mengobati pasien secara singkat sebagai memiliki ARF sampai telah ditetapkan bahwa gangguan ginjal ireversibel


Tes-tes tambahan mungkin termasuk kedokteran nuklir MAG3 memindai untuk konfirmasi aliran darah dan membentuk fungsi diferensial antara dua ginjal. DMSA scan juga digunakan dalam pencitraan ginjal; dengan kedua MAG3 dan DMSA digunakan chelated dengan unsur radioaktif Technetium-99 .


Pada gagal ginjal kronis diobati dengan dialisis standar, racun uremik banyak menumpuk. Racun ini menunjukkan kegiatan berbagai sitotoksik dalam serum, memiliki berat molekul yang berbeda dan beberapa dari mereka yang terikat dengan protein lain, terutama pada albumin. Zat protein seperti beracun terikat menerima perhatian para ilmuwan yang tertarik dalam meningkatkan standar prosedur dialisis kronis digunakan saat ini
Oktober 2008.

Tahapan

Semua individu dengan [laju filtrasi glomerulus []] (GFR) <60 mL/min/1.73 m 2 selama 3 bulan diklasifikasikan sebagai memiliki penyakit ginjal kronis, terlepas dari ada atau tidak adanya kerusakan ginjal . Alasan untuk termasuk orang-orang adalah bahwa penurunan fungsi ginjal untuk tingkat atau lebih rendah merupakan kehilangan setengah atau lebih tingkat dewasa fungsi ginjal normal, yang mungkin terkait dengan sejumlah komplikasi. [3]
Semua individu dengan kerusakan ginjal diklasifikasikan sebagai memiliki penyakit ginjal kronis, terlepas dari tingkat GFR. Alasan untuk termasuk individu dengan GFR> 60 mL/min/1.73 m 2 adalah bahwa GFR dapat dipertahankan pada tingkat normal atau meningkat meskipun kerusakan ginjal substansial dan bahwa pasien dengan kerusakan ginjal berada pada risiko yang meningkat dari dua besar hasil dari penyakit ginjal kronis: hilangnya fungsi ginjal dan perkembangan penyakit kardiovaskular [3].
The hilangnya protein dalam urin dianggap sebagai penanda independen untuk perburukan fungsi ginjal dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, pedoman Inggris menambahkan huruf "P" untuk tahap penyakit ginjal kronis jika ada kehilangan protein yang signifikan [6].
Tahap 1
Fungsi Sedikit berkurang; kerusakan ginjal dengan GFR normal atau relatif tinggi (≥ 90 mL/min/1.73 m 2 ). Kerusakan ginjal didefinisikan sebagai kelainan patologis atau penanda kerusakan, termasuk kelainan pada tes darah atau urine atau studi pencitraan [3].
Tahap 2
Ringan pengurangan GFR (60-89 mL/min/1.73 m 2 ) dengan kerusakan ginjal. Kerusakan ginjal didefinisikan sebagai kelainan patologis atau penanda kerusakan, termasuk kelainan pada tes darah atau urine atau studi pencitraan [3].
Tahap 3
Sedang penurunan pada GFR (30-59 mL/min/1.73 m 2 ) [3] pedoman Inggris membedakan antara tahap 3A (GFR 45-59) dan tahap 3B (GFR 30. - 44) untuk tujuan skrining dan rujukan. [6]
Tahap 4
Parah penurunan pada GFR (15-29 mL/min/1.73 m 2 ) [3] Persiapan untuk terapi pengganti ginjal
Tahap 5
Didirikan gagal ginjal (GFR <15 mL/min/1.73 m 2 , atau terapi pengganti ginjal permanen (RRT) [3]

NDD-CKD vs ESRD

The Istilahnon-dialisis bergantung CKD, juga disingkat sebagai 'NDD-CKD, adalah sebutan yang digunakan untuk mencakup status orang-orang dengan didirikan CKD yang belum memerlukan perawatan pendukung kehidupan untuk gagal ginjal dikenal sebagai terapi penggantian ginjal (termasuk pemeliharaan dialisis atau transplantasi ginjal). Kondisi individu dengan CKD, yang membutuhkan salah satu dari 2 jenis terapi pengganti ginjal (dialisis atau transplantasi), disebut sebagai stadium akhir penyakit ginjal ('ESRD). Oleh karena itu, mulai ESRD adalah praktis ireversibel kesimpulan dari NDD-CKD. Meskipun status 'non-dialisisbergantung' yangmengacu pada status orang dengan tahap-tahap awal CKD (tahap 1 sampai 4), pasien dengan stadium lanjut CKD (Tahap 5) , yang belum mulai terapi penggantian ginjal juga disebut sebagai NDD-CKD.

Skrining dan Rujukan

Identifikasi dini pasien dengan penyakit ginjal dianjurkan, sebagai tindakan mungkin dilembagakan untuk memperlambat perkembangan dan mengurangi risiko kardiovaskular. Di antara mereka yang harus disaring adalah subjek dengan hipertensi atau sejarah penyakit kardiovaskular, orang-orang dengan diabetes atau obesitas yang ditandai, mereka yang berusia> 60 tahun, subyek dengan pribumi (Indian Amerika asli, First Nations) asal ras, orang-orang dengan riwayat penyakit ginjal di masa lalu, serta subyek yang memiliki kerabat yang memiliki penyakit ginjal yang memerlukan dialisis. Pemeriksaan sebaiknya termasuk perhitungan diperkirakan GFR/1.73 m 2 dari tingkat kreatinin serum, dan pengukuran urin-ke-rasio albumin kreatinin dalam spesimen urin pertama pagi serta layar dipstick untuk hematuria. [7] Pedoman untuk rujukan nephrologist bervariasi antara negara-negara yang berbeda. Rujukan Nefrologi berguna ketika eGFR/1.73m 2 adalah kurang dari 30 atau menurun dengan lebih dari 3 ml / menit / tahun, ketika albumin urin-ke-kreatinin rasio lebih dari 300 mg / g, saat tekanan darah sulit untuk mengontrol, atau ketika hematuria atau temuan lain menunjukkan baik gangguan terutama glomerulus atau penyakit sekunder setuju untuk perawatan khusus. Manfaat lain dari rujukan nefrologi dini termasuk pendidikan pasien yang tepat mengenai pilihan untuk terapi pengganti ginjal serta pre-emptive transplantasi, dan hasil pemeriksaan tepat waktu dan penempatan fistula arteriovenosa pada pasien hemodialisis memilih untuk masa depan.

Pengobatan

Templat:POV-section Tujuan terapi adalah untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan CKD ke tahap 5. Pengendalian tekanan darah dan pengobatan penyakit asli, kapanpun layak, adalah prinsip-prinsip yang luas dari manajemen. Umumnya, angiotensin converting inhibitor enzim s (ACEIs) atau angiotensin II reseptor antagonis (ARB) yang digunakan, karena mereka telah ditemukan untuk memperlambat perkembangan CKD ke tahap 5. [8] [9] Meskipun penggunaan penghambat ACE dan ARB merupakan standar saat ini perawatan untuk pasien dengan CKD, pasien semakin kehilangan fungsi ginjal sedangkan pada obat-obat ini, seperti yang terlihat dalam {{[10] dan RENAAL [11] studi, yang melaporkan penurunan dari waktu ke waktu diperkirakan laju filtrasi glomerulus (akurat mengukur perkembangan CKD, sebagaimana tercantum dalam K / DOQI pedoman ) pada pasien yang diobati oleh metode konvensional.
Saat ini, beberapa senyawa dalam pembangunan untuk CKD. Ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada, bardoxolone metil, [12] olmesartan medoxomil, sulodexide, dan avosentan [13].
Penggantian eritropoietin dan calcitriol, dua hormon diproses oleh ginjal, sering diperlukan pada pasien dengan CKD maju. Fosfat binder juga digunakan untuk mengontrol serum fosfat tingkat, yang biasanya meningkat pada penyakit ginjal kronis lanjut.
Ketika seseorang mencapai tahap 5 CKD, terapi penggantian ginjal diperlukan, dalam bentuk baik dialisis atau cangkok.
Normalisasi hemoglobin belum ditemukan menjadi manfaat apapun [14]
Orang dengan CKD berada pada risiko nyata terhadap penyakit kardiovaskular, dan sering memiliki faktor risiko lain untuk penyakit jantung, seperti hiperlipidemia. Penyebab paling umum kematian pada orang dengan CKD karena penyakit kardiovaskular daripada kegagalan ginjal. Pengobatan agresif hiperlipidemia dibenarkan [15]

Prognosis

Prognosis pasien dengan penyakit ginjal kronis dijaga sebagai Data epidemiologi telah menunjukkan bahwa menyebabkan semua kematian. (Tingkat kematian secara keseluruhan) meningkat sebagai penurunan fungsi ginjal [16] Penyebab utama kematian pada pasien dengan penyakit ginjal kronis adalah penyakit jantung, terlepas dari apakah ada perkembangan ke tahap 5 [16] [17] [18]
Sementara terapi pengganti ginjal dapat mempertahankan pasien tanpa batas waktu dan memperpanjang kehidupan, kualitas hidup adalah sangat terpengaruh [19] [20] ginjal transplantasi meningkatkan kelangsungan hidup pasien dengan stadium 5 CKD signifikan bila dibandingkan dengan terapi pilihan; [21] {{mengutip [22] Namun, hal ini terkait dengan mortalitas jangka pendek meningkat (akibat komplikasi dari operasi). Transplantasi samping, intensitas tinggi rumah hemodialisis muncul terkait dengan kelangsungan hidup baik dan [kualitas [hidup]] yang lebih besar, jika dibandingkan dengan tiga kali seminggu konvensional hemodialisis dan dialisis peritoneal . [23]

Epidemiologi

Di Kanada 1,9-2.300.000 orang memiliki penyakit ginjal kronis. [14]
Di AS, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menemukan bahwa CKD yang terkena 16,8% diperkirakan orang dewasa berusia 20 tahun dan lebih tua, selama tahun 1999 hingga 2004. Http://www.cdc.gov/mmwr [24]
Memperkirakan Inggris menunjukkan bahwa 8,8% dari penduduk Britania Raya dan Irlandia Utara telah CKD gejala [25]

Organisasi

Di Amerika Serikat, National Kidney Foundation adalah sebuah organisasi nasional yang mewakili pasien dan profesional yang mengobati penyakit ginjal. The Amerika Ginjal Dana (AKF) adalah sebuah organisasi nirlaba nasional yang menyediakan pengobatan terkait bantuan keuangan ke 1 dari setiap 5 pasien dialisis setiap tahun. The Jaringan Dukungan ginjal (RSN) adalah, nirlaba yang berfokus pada pasien, pasien menjalankan organisasi yang menyediakan layanan non-medis bagi mereka yang terkena CKD. Para American Association Pasien Ginjal (AAKP) adalah non-profit, pasien-sentris kelompok terfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan CKD dan dialisis pasien. Para ginjal Asosiasi Dokter (RPA) adalah sebuah asosiasi yang mewakili nefrologi profesional.
Di Britania Raya, Inggris Ginjal Nasional Federasi mewakili pasien, dan ginjal Asosiasi mewakili dokter ginjal dan bekerja erat dengan Layanan Nasional Kerangka untuk penyakit ginjal.
Para International Society of Nephrology adalah sebuah badan internasional yang mewakili spesialis dalam penyakit ginjal.


===


Penyakit ginjal (kidney diseases)

Nama - nama Penyakit Ginjal bervariasi sesuai dengan bagian ginjal yang rusaknya paling berat. Penyakit ringan menunjuk kepada beberapa jenis kerusakan ginjal seperti nephritis, yang paling sering menyerang anak- anak dan nephrosis , yang lebih parah dan menyerang orang- orang yang lebih tua. Gejala- gejala yang muncul secara bertahap misalnya bengkak di sekitar mata, sering buang air seni, sakit kepala dan tingginya kadar kolesterol dalam darah.

Adanya batu dalam saluran kencing yang membuntu merupakan salah satu faktor penyebab gagal ginjal. Karena saluran yang tertutup akan menyebabkan air seni menekan saluran ginjal dan sel ginjal yang sehat sehingga dapat mengakibatkan kerusakan yang cukup parah.
Apabila ginjal sudah kehilangan fungsinya dalam melakukan penyaringan air seni maka yang terjadi racun yang seharusnya dibuang oleh tubuh menjadi diserap kembali dan terjadilah keracunan terutama ureum. Sehingga seringkali muncul gejala pusing, mual, gatal- gatal pada kulit, kurang darah/animea, bau napas seperti air kencing. Semua gejala itu baru akan berkurang bila dilakukan cuci darah. Dimana frekuensi cuci darah yang terjadi lama - kelamaan akan meningkat. Banyak orang yang seringkali merelakan untuk tidak melakukan cuci darah karena masalah ekonomi sehingga memberi dampak kematian pada penderita.
Ketidaksanggupan mengontrol pembuangan air seni, yang disebut ngompol, mungkin karena kekurangan magnesium, atau bisa jadi disebabkan oleh defisiensi potasium (kalium), vitamin B2 atau asam pantotenat.
Makanan (diet) bagi penderita penyakit ginjal hendaknya cukup memadai untuk memperbaiki kerusakan ginjal dan tidak memperberat kerja ginjal, untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dari kerusakan yang sudah terjadi. Sehingga konsumsi protein dalam jumlah besar harus dihindari.
Kekurangan potasium (kalium) dapat timbul karena garam yang masuk berlebihan, terapi kortison atau diuretik (obat untuk memperbanyak keluarnya air seni) yang sering dianjurkan bagi penderita ginjal.
Stres, pengobatan medis dan diuretik mengakibatkan hilangnya banyak vitamin C sehingga dapat menimbulkan pendarahan, suatu kondisi yang juga disebabkan oleh defisiensi cholin atau vitamin E.
Sewaktu pembentukan urine terlambat, urea hasil penguraian makanan. menjadi sangat pekat dan dapat menjadi racun. Diet rendah protein (tetapi sedikitnya 40 gram) dianjurkan untuk mencegah keadaan ini. Vitamin B6 dapat menstabilkan kadar urea. Vitamin C terbukti memperbanyak produksi urine, meskipun hal ini dihambat oleh diet yang kadar garamnya terlalu tinggi. Vitamin A memperbanyak produksi urine. Vitamin E berfungsi diuretik. Untuk mencegah defisiensi daram, hendaknya mengkonsumsi 500 mg sodium setiap hari.
Potensi penyembuhan ginjal dalam hal ini terkait erat dengan kondisi sewaktu mulai mengkonsumsi produk HD. Sebab pada sel ginjal yang mengalami kerusakan akan mengeluarkan suatu zat yang dapat merusak sel ginjal di sekitarnya sehingga kerusakan kecil pada ginjal akan cenderung meluas dan memperparah kondisi. Semakin dini mengkonsumsi produk HD, maka semakin bagus potensi pemulihannya.
Propolis dengan antioksidannya akan menetralisir radikal bebas yang akan menimbulkan kerusakan yang lebih berat lagi pada sel ginjal.
Pollen akan memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk perbaikan sel ginjal. Pollen merupakan zat yang memiliki protein lengkap bukan protein dosis tinggi, jadi pemberian untuk penderita gagal ginjal adalah aman.
Royal Jelly memungkinkan untuk terjadi regenerasi sel ginjal, diharapkan kerusakan sel ginjal yang masih reversible mampu diperbaiki sehingga fungsi ginjal bisa dioptimalkan kembali.
Produk perlebahan yang disarankan:
Royal Jelly: 3 x 500 mg
Pollen: 3 x 250 mg 


Sumber: Rahasia Kekayaan Alam untuk Kesehatan 
http://madusehatdanalami.blogspot.com/2012/02/penyakit-ginjal-kidney-diseases.html


penyakit ginjal,penyebab penyakit ginjal,macam-macam penyakit ginjal,gejala penyakit ginjal,penyakit batu ginjal,penyakit gagal ginjal,penyakit pada ginjal,macam penyakit ginjal,

Visitor Online

promotion and affiliation
Visitor Map
Create your own visitor map!

Ruang Tanya Jawab