Advertisement

Responsive Advertisement

Anak Krakatau Muntahkan Jutaan Material Vulkanik

Anak Krakatau Muntahkan Jutaan Material Vulkanik

Nasional | Rabu, 5 September 2012 19:47 WIB

Metrotvnews.com, Banten: Gunung Anak Krakatau (GAK) menyisakan muntahan jutaan material vulkanik pascaletusan hebat, Ahad kemarin. "Pantauan kami, di sisi Barat gunung menuju arah Gunung Rakata Besar nampak gundukan material yang masih mengeluarkan asap panas dan berbau belerang menyengat," kata Koordinator Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di pos jaga GAK Neinggolan di Banten, Rabu (5/9).

Saat ini GAK hanya mengeluarkan awan panas dan sisa lontaran material yang masih panas hingga membakar sebagian tanaman di sekeliling gunung. "Sejak tiga hari kami di sini, baru Rabu ini tak terdengar letupan," terang Neinggolan.

Tim BKSDA yang bertugas melakukan penjagaan di cagar alam GAK itu, berupaya semaksimal mungkin memadamkan api yang merambat ke pohon dan dedauan yang mengering karena terkena awan panas.

Sebelumnya pada Minggu malam GAK mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. GAK meletus sebanyak 18 kali dan mengeluarkan lava pijar secara terus-menerus serta mengeluarkan awan panas di bagian kawah gunung dan sisi kanan.

Aktivitas vulkanik GAK menyebabkan wilayah Bandarlampung dan sekitarnya diguyur debu. Dinas Kesehatan Lampung mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau pun ada aktivitas di luar, mereka diharapkan memakai masker.

Dinkes setempat juga mengimbau warga lebih rajin membersihkan lingkungan rumah, menutup makanan dengan rapat, dan menutup lubang sirkulasi udara agar debu tak banyak masuk ke ruangan dalam rumah.

Sementara itu, kondisi terakhir GAK kian menurun, bahkan selama awak media berada di kawasan tersebut, tidak sekalipun gunung itu mengeluarkan aktivitas vulkaniknya, dan hanya awan panas yang terlihat dari lereng gunung sisa-sisa letusan.(Ant/ICH)
http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/09/05/104824/Anak-Krakatau-Muntahkan-Jutaan-Material-Vulkanik/6

SEARCH...

Postingan terbaru