Contact Us : 0812 56 161720

Friday, November 16, 2012

Israel Receives Defense and the U.S. Military Assistance 30 Billion Dollars

Israel Receives Defense and the U.S. Military Assistance 30 Billion Dollars

Jerusalem, Pelita Israeli Prime Minister Ehud Olmert on Sunday (29/7) said the United States has approved a 25 percent increase in military and defense aid to Israel, to 30 billion dollars for the next 10 years. In my last meeting with the President of the United States, we agreed that the aid amounted to 30 billion dollars for the next 10 years, which means that three billion dollars a year, starting next year, he said at the start of his weekly cabinet meeting. This is a 25 percent increase in U.S. aid to the military and the defense of Israel, he added. Olmert called the new package as a great improvement and an important element for the security of Israel. U.S. defense aid to Israel now 2.4 billion dollars a year. U.S. President George W Bush, who met with Olmert in Washington June 19 gives the guarantee to maintain the quality between us (Israel) and other countries (in the region), Prime Minister of Israel. In addition to an increase in aid, we also received a firm commitment and detail to ensure Israeli superiority over other Arab countries. We understand the U.S. desire to assist countries that are moderate a united front with the U.S. and Israel in the fight against Iran, he added. A senior U.S. defense official said on Saturday that Washington is ready to give an important arms package to Saudi Arabia in order to counter the threat from Tehran, a sworn enemy of Israel. The Pentagon did not elaborate on the arms package, which is reportedly worth 20 billion dollars for the next 10 years.But it will include new weapons to the United Arab Emirates, and military and economic support to Egypt, officials said.The package aims to strengthen U.S. allies in th
e Middle East and the threat from Iran, whose nuclear activities sparked concern in Israel and the U.S.. Israel responded with military care package to Saudi Arabia. We have no doubt that the U.S. will not do anything that could jeopardize the security of Israel, Olmert spokeswoman Miri Eisin told AFP on Sunday. The New York Times last April preach the US-Gulf arms package was delayed because of concerns regarding Israel selling weapons that can be carefully controlled to Saudi Arabia. (Ant / afp / be)
http://pelita.or.id/baca.php?id=34199
=============

Israel Peroleh Bantuan Pertahanan dan Militer AS 30 Miliar Dolar

Jerusalem, Pelita

PM Israel Ehud Olmert, Minggu (29/7) mengatakan AS telah menyetujui peningkatan 25 persen dalam bantuan militer dan pertahanan untuk Israel, sampai 30 miliar dolar untuk 10 tahun ke depan.
Dalam pertemuan saya terakhir dengan Presiden AS, kami sepakat bahwa bantuan berjumlah 30 miliar dolar untuk 10 tahun ke depan, yang berarti tiga miliar dolar tiap tahun, mulai tahun depan, katanya pada awal sidang kabinet mingguannya.
Ini adalah satu peningkatan 25 persen dalam bantuan AS bidang militer dan pertahanan untuk Israel, tambahnya.
Olmert menyebut paket baru itu sebagai peningkatan besar dan satu unsur penting bagi keamanan Israel. Bantuan pertahanan AS sekarang kepada Israel 2,4 miliar dolar setahun.
Presiden AS George W Bush, yang bertemu dengan Olmert di Washington 19 Juni memberikan jaminannya untuk mempertahankan sisi mutu antara kita (Israel) dan negara-negara lain (di kawasan itu), kata PM Israel itu.
Selain peningkatan bantuan, kita juga menerima komitmen tegas dan terinci untuk menjamin keunggulan Israel atas negara-negara Arab lain. Kita memahami keinginan AS untuk membantu negara-negara moderat yang berada satu front bersatu dengan AS dan Israel dalam perjuangan melawan Iran, tambahnya.
Seorang pejabat senior pertahanan AS , Sabtu mengatakan Washington siap memberikan satu paket senjata penting untuk Arab Saudi dengan tujuan untuk menghadapi ancaman dari Teheran, musuh bebuyutan Israel.
Pentagon tidak merinci mengenai paket senjata itu, yang kabarnya bernilai 20 miliar dolar untuk 10 tahun ke depan.
Tapi itu akan termasuk senjata-senjata baru untuk Uni Emirat Arab, dan dukungan militer dan ekonomi untuk Mesir, kata para pejabat.
Paket itu bertujuan untuk memperkuat sekutu-sekutu AS di Timur Tengah dan menghadapi ancaman dari Iran, yang kegiatan nuklirnya memicu kecemasan besar di Israel dan AS.
Israel menanggapi dengan hati-hati paket militer untuk Arab Saudi.
Kita tidak meragukan bahwa AS tidak akan melakukan sesuatu yang dapat membahayakan keamanan Israel, kata jurubicara Olmert, Miri Eisin kepada AFP, Minggu.
Suratkabar The New York Times April lalu memberitakan paket senjata AS-Teluk ditunda karena kekuatiran Israel menyangkut penjualan senjata-senjata yang dapat dikendalikan dengan cermat kepada Arab Saudi.(ant/afp/be)
http://pelita.or.id/baca.php?id=34199




Visitor Online

promotion and affiliation
Visitor Map
Create your own visitor map!

Ruang Tanya Jawab